![]() |
Keterangan foto : ilustrasi |
Asahan,ijabnews,com
Imran alias Atan Kibot mengaku selama 15 tahun dirinya sebagai informen polisi dalam pengungkapan kasus jaringan narkoba di Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai, Kebupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) lewat jalur laut. Katanya, Selasa (19/8/2025) saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui WhatsApp di Kisaran.
"15 tahun saya sebagai informen Polres Asahan. Bahkan, beberapa kali personil Unit 1 Satres Narkoba Polres Asahan ini menangkap jaringan narkoba melalui jalur laut menggunakan armada bot saya selalu membuahkan hasil. Nah, saya disini kan membantu polisi," ujarnya.
Atan Kibot juga membantah jika dirinya tidak ada melakukan penganiayaan dan pengancaman terhadap Dtm Syarifuddin hingga meletuskan tembakan senjata keatas dan kebawah sebanyak 3 kali diwarung kopi miliknya. Yang jelas, saya tidak ada melakukan pemukulan apalagi meletuskan senjata api, jelasnya.
Bahkan saat ditanya dirinya disebut-sebut sebagai bandar narkoba yang terorganisir di Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai ini, Atan Kibot spontan lantas membantahnya. Tidak benar tudingan itu, tidak benar itu ya. Dari awal semua itu fitnah, fitnah ya," tuturnya.
Dia sempat menyebut-nyebut nama mantan Kasat Narkoba yang dia kenal. Tak hanya itu, Atan Kibot juga mengaku jika oknum perwira polisi berinisial SP sudah dua kali melakukan penangkapan jaringan narkoba melalui jalur laut menggunakan bot yang dia miliki dan itu berhasil, terangnya.
Lebih jelasnya lagi kata dia, coba tanya sama oknum perwira polisi berinisial SP sudah berapa kali dia melakukan penangkapan. Saat Atan Kibot ini diajak bertemu untuk diwawancarai sejumlah wartawan, dirinya mengaku kalau posisinya sedang berada di Kota Medan membeli peralatan onderdil bot yang rusak. "Ya, saya ini sedang berada di Medan membeli peralatan dan perlengkapan bot yang rusak," katanya.
Berita sebelumnya, seorang pria bernama Dtm Syarifuddin (52) merupakan warga Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) diduga dianiaya Imran alias Atan Kibot. "Ya benar, saya dianiaya dan diancam menggunakan senjata api sama Imran, kata Dtm Syarifuddin, Minggu (18/8/2025) usai memberikan keterangan di Unit Jatanras Mapolres Asahan.
Dtm Syarifuddin diduga menjadi bulan-bulanan pemukulan dari Atan Kibot. Bahkan, Dtm Syarifuddin ini sempat mengeluarkan senjata api yang dia bawa. Tak hanya itu, Atan Kibot juga sempat meletuskan senjata api miliknya ke atas dan kebawah sebanyak 3 kali yang posisinya saat itu berada didalam dan luar warung kopi.
Pengakuan korban Syarifuddin, penganiyaan ini berawal pada tanggal 29 Juli 2025 di warung kopi miliknya di Pajak Ikan Bagan Asahan Pekan. Syarifuddin yang sehari-hari bekerja diwarung kopi miliknya itu tidak mengetahui apa penyebabnya, katanya.
“Saat itu, saya sedang duduk-duduk sambil bermain handphone di warung kopi milik saya di Jalan Pajak Ikan, Desa Bagan Asahan. Tiba-tiba, Atan Kibot datang kewarung saya dan spontan memukuli saya tangan," terangnya.
Awalnya, dia datang kewarung dan emosi lantas marah-marah kemudian langsung memukuli saya bertubi tubi tepat dibagian kepala, dada dan lengan sambil berteriak. Tak terima dianiaya, sayapun visum. “Kau dumas kan aku ke Mabes Polri ya. Biar kau tau, gak takut aku,” terangnya menirukan ucapan Atan Kibot seketika.
Tak sampai disitu sambung Syarifuddin, pelaku juga sempat mencekik leher saya dan mengacungkan senpi. Untungnya, senjata api itu bantut. Selongsongan peluru sempat jatuh kelantai dan diambil pelaku. “Keributan itu sempat dilerai warga yang kebetulan sehari hari mereka nongkrong diwarung kopi saya. Karena pelaku ini mengacungkan senjata api, akhirnya warga meninggalkan lokasi warkop,” ucapnya.
Warga Bagan Asahan ini mengenal pelaku dan pekerjaan sehari harinya. Pelaku memang tergolong licin diduga kebal hukum. Dugaan peristiwa penganiayaan dan todongkan pistol ketika itu disaksikan Aliyus Lubis dan Dtm Muslim.(HD)