terkini

Aktivitas Dua Barak Sabu di Wampu Kian Menjamur, Warga Desak Kapolda Sumut Turun Tangan

Ijabnews
, Juni 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-19T14:46:15Z


Langkat - ijabnews,com

Aktivitas peredaran narkotika dan perjudian di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat serta wilayah penyangga Stabat tampaknya makin tak tersentuh. 


Dua lokasi yang disinyalir kuat menjadi barak sabu dan pusat judi meja tembak ikan berskala besar kini memicu keresahan mendalam di kalangan masyarakat setempat. 


Ironisnya, bisnis haram ini tetap beroperasi dengan bebas seolah-olah tidak tersentuh oleh hukum.


Berdasarkan penelusuran dan informasi yang dikumpulkan di lapangan, kedua pusat peredaran barang terlarang tersebut berada di lokasi yang cukup strategis. 


Lokasi pertama berada di Dusun Paya Jongkong, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, yang berbatasan langsung dengan Dusun Mekar Jaya dan Dusun Paya Kandis. Tempat ini diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial Jun. 


Sementara itu, lokasi kedua terletak di wilayah Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, yang ditengarai kuat dipimpin oleh pria berinisial SM.


Kedua markas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual-beli, melainkan telah dimodifikasi menjadi kawasan pelayanan lengkap bagi para pengguna. 


Pihak pengelola menyediakan bilik-bilik khusus serta fasilitas penyewaan alat hisap sabu (bong) di dalam area tersebut.


Menurut penuturan warga, omzet dari bisnis gelap narkoba dan judi terstruktur ini diperkirakan menembus angka ratusan juta rupiah setiap bulannya. 


Situasi ini kian mengkhawatirkan lantaran anak-anak di bawah umur dilaporkan sering terlihat bebas keluar-masuk kawasan barak tersebut.


"Kalau malam situasinya sudah mirip tempat hiburan malam, sangat bebas tanpa ada rasa takut. Kami benar-benar cemas memikirkan masa depan anak-anak kami," keluh Syahril, salah seorang warga sekitar, Jumat (19/06/2026).


Keresahan masyarakat sebenarnya sudah berulang kali dilaporkan secara resmi, baik ke Polsek Stabat maupun Polres Langkat. 


Namun hingga detik ini, belum ada tindakan nyata atau operasi penggerebekan yang mampu memberikan efek jera. 


Mandeknya tanggapan dari aparat penegak hukum ini akhirnya memicu berbagai spekulasi negatif di tengah masyarakat.


Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi faktor keamanan mencetuskan bahwa sangat tidak masuk akal jika kepolisian mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas barak sebesar itu. 


Ia menambahkan bahwa di tiap desa dan kelurahan terdapat petugas Bhabinkamtibmas yang seharunya mengetahui segala kejadian di wilayah mereka, apalagi bangunan barak sabu yang selalu ramai saban hari.


Eksistensi kedua barak narkoba ini mulai berdampak langsung pada situasi kamtibmas. 


Angka kriminalitas jalanan seperti pencurian, pembobolan rumah warga, hingga aksi begal di sekitar Kecamatan Wampu dilaporkan melonjak tajam. Hal ini dipicu oleh para pelaku yang nekat berbuat kriminal demi mendapatkan uang untuk membeli sabu di barak tersebut.


Kondisi psikologis warga yang mulai hilang kesabaran kini memicu potensi pergerakan sipil. Dewi, seorang ibu rumah tangga setempat, menegaskan bahwa kaum perempuan di wilayah itu siap mengambil langkah ekstrem jika aparat tetap menutup mata.


"Narkoba ini adalah akar dari segala bentuk kejahatan. Maling dan rampok di mana-mana karena mereka butuh uang untuk belanja sabu di barak itu. Kalau polisi tetap diam dan membiarkan ini terus terjadi, kami barisan emak-emak siap turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa besar-besaran!" ancam Dewi.


Kini, harapan terakhir masyarakat Wampu bertumpu pada ketegasan Kapolda Sumatra Utara (Kapoldasu) dan Kapolres Langkat yang baru. 


Warga mendesak agar Polda Sumut segera mengambil alih penanganan kasus ini, menggelar operasi penggerebekan total, serta meratakan barak-barak tersebut secara permanen demi menyelamatkan generasi muda Kabupaten Langkat.(Tim)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Aktivitas Dua Barak Sabu di Wampu Kian Menjamur, Warga Desak Kapolda Sumut Turun Tangan

Terkini